LENSA POSITIF DAN NEGATIF (O1)
TUJUAN :
Menentukan panjang fokus lensa positif dan lensa negatif dengan metode pembentukan bayangan obyek oleh lensa dan pengukuran menggunakan Spherometer.
ALAT dan BAHAN:
Landasan lensa
Statif dan klem
Lampu obyek
Layar
Mistar
Lensa positif
Lensa negatif
Spherometer dan kaca datar.
DASAR TEORI :
Lensa atau Kanta adalah medium pembias tembus pandang yang dibatasi oleh permukaan lengkung (spheris) yang biasanya dibentuk dari sepotong gelas (cembung atau cekung). Lensa paling awal tercatat di yunani kuno dengan sandiwara aristophenis yaitu The Clouds (424 SM) yang menyebutkan sebuah gelas pembakar (sebuah lensa cembung digunakan untuk memfokuskan cahaya metahari untuk menciptakan api).
Ada beberapa macam lensa yaitu:
Lensa konveks/lensa cembung/lensa konvergen/lensa positif.
Lensa ini berfungsi untuk mengumpulkan berkas sinar. Lensa ini disebut lensa positif karena memiliki jarak fokus positif dan menghasilkan bayangan nyata. Lensa cembung terdiri dari:
Lensa bikonveks (cembung ganda)
Lensa plan-konveks (cembung datar)
Lensa konveks-konkaf (cembung cekung)
Pada lensa cembung dikenal tiga berkas sinar istimewa, tiga berkas sinar istimewa tersebut adalah;
Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus
Sinar datang melalui titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama
Sinar datang melalui titik optik akan diteruskan.
Lensa konkaf/lensa cekung/lensa divergen/lensa negatif.
Lensa ini berfungsi untuk menyebarkan berkas sinar. Lensa ini disebut lensa negatif karena memiliki jarak fokus negatif yang menghasilkan bayangan maya. Lensa cekung terdiri dari;
Lensa bikonkaf (cekung ganda)
Lensa plan-konkaf (cekung datar)
Lensa konkaf-konveks (cekung cembung)
Pada lensa cekung dikenal pula tiga berkas sinar istimewa, tiga berkas sinar istimewa tersebut adalah;
Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskanseolah-olah berasal dari titik fokus
Sinar datang menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama
Sinar datang melalui titik optik akan diteruskan.
Ada beberapa istilah dari bagian lensa, antara lain;
Aperture : diameter lensa
Pusat optik : titik pada lensa dimana berkas sinar yang melalui titik ini akan diteruskan.
Sumbu lensa : sumbu yang melalui pusat optik dan membelah lensa menjadi dua bagian.
Sumbu utama : garis lurus yang melalui pusat optik dan tegak lurus dengan sumbu lensa.
Fokus utama : titik dimana berkas sinar sejajar akan dikumpulkan atau titik dimana seolah-olah berkas sinar mulai disebarkan.
Jarak fokus : jarak antara pusat optik dan dengan fokus utama lensa.
Bidang fokus utama: bidang yang melewati fokus utama.
Hubungan antara jarak fokus, jarak benda, dan jarak bayangan diformulasikan sebagai berikut;
1/f= 1/s+ 1/s'
Keterangan;
f : jarak fokus (cm).
s : jarak benda (cm), untuk lensa cekung bernilai (-).
s’ : jarak bayangan.
WELCOME TO MY BLOG
Minggu, 08 April 2012
Selasa, 27 Maret 2012
osiloskop
Osiloskop adalah alat ukur
elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat
dilihat dan dipelajari.Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti
pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan
elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop
menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan
ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.
Beberapa
Kegunaan Osciloskop antara lain :
- Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
- Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
- Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
- Membedakan arus AC dengan arus DC.
- Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.
- Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
- Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
- Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
- Membedakan arus AC dengan arus DC.
- Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.
Osiloskop biasanya digunakan untuk
mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain
amplitudo sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua
peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik) dan waktu relatif
dari dua sinyal terkait.
Semua alat ukur elektronika bekerja
berdasarkan sampel data, semakin tinggi sampel data, semakin akurat peralatan
elektronik tersebut. Osiloskop, pada umumnya juga mempunyai sampel data yang
sangat tinggi, oleh karena itu osiloskop merupakan alat ukur elektronik yang
mahal. Jika sebuah osiloskop mempunyai sampel rate 10 Ks/s (10 kilo
sample/second = 10.000 data per detik), maka alat ini akan melakukan pembacaan
sebanyak 10.000 kali dalam sedetik. Jika yang diukur adalah sebuah gelombang
dengan frekuensi 2500Hz, maka setiap sampel akan memuat data 1/4 dari sebuah
gelombang penuh yang kemudian akan ditampilkan dalam layar dengan grafik
skala XY.
Jumat, 23 Maret 2012
Model model Geostrategi Indonesia
Model
model Geostrategi Indonesia
1. Model
Astagatra
Model ini merupakan perangkal hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan menggunakan kemampuannya. Model yang dikcmbangkan olch Lemhanas ini menyimpulkan adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional yaitu:
Model ini merupakan perangkal hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan menggunakan kemampuannya. Model yang dikcmbangkan olch Lemhanas ini menyimpulkan adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional yaitu:
a. Aspek
Trigatra Kehidupan Alamiah:
(1) Gatra letak dan kedudukan geograH;
(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam; scrta
(3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk.
(1) Gatra letak dan kedudukan geograH;
(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam; scrta
(3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk.
b. Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial:
(1) Gatra Ideologi,
(2) Gatra Politik,
(3) Gatra Ekonomi,
(4) Gatra Sosial Budaya, dan
(5) Gatra Pertahanan Keamanan.
(1) Gatra Ideologi,
(2) Gatra Politik,
(3) Gatra Ekonomi,
(4) Gatra Sosial Budaya, dan
(5) Gatra Pertahanan Keamanan.
2. Model Morgenthau
Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra cukup banyak. Bila model Lemhanas berevolusi dari obst empiris perjalanan perjuangan bangsa, maka model ini ditun secara analitis.
Dalam analisisnya, Morgenthau menekankan pentii kekuatan nasional dibina dalam kaitannya dengan negara-r lain. Artinya, ia menganggap pentingnya perjuangan mendapatkan power position dalam satu kawasan. St konsekuensinya, maka terdapat advokasi untuk memp power position sehingga muncul strategi ke arah balancedp
Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra cukup banyak. Bila model Lemhanas berevolusi dari obst empiris perjalanan perjuangan bangsa, maka model ini ditun secara analitis.
Dalam analisisnya, Morgenthau menekankan pentii kekuatan nasional dibina dalam kaitannya dengan negara-r lain. Artinya, ia menganggap pentingnya perjuangan mendapatkan power position dalam satu kawasan. St konsekuensinya, maka terdapat advokasi untuk memp power position sehingga muncul strategi ke arah balancedp
3. Model Alfred Thayer Mahan
Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on H mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
a) Letak geografi
b) Bentuk atau wujud bumi
c) Luas wilayah
d) Jumlah penduduk
e) Watak nasional atau bangsa
f) Sifat pemerintahan
Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on H mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
a) Letak geografi
b) Bentuk atau wujud bumi
c) Luas wilayah
d) Jumlah penduduk
e) Watak nasional atau bangsa
f) Sifat pemerintahan
4. Model Cline
Cline mclihat suatu ncgara dari luar sebagaimana dipersepsikan olch negara lain. Baginya hubungan antarnegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya, termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dari negara lainnya.
Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar. Sebaliknya, suatu negara dengan wilayah yang besar, tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju.
Cline mclihat suatu ncgara dari luar sebagaimana dipersepsikan olch negara lain. Baginya hubungan antarnegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya, termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dari negara lainnya.
Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar. Sebaliknya, suatu negara dengan wilayah yang besar, tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju.
Sumber;
Konsep dasar geostrategi indonesia
Konsep dasar
geostrategi indonesia
A. Konsepsi
Geostrategi Indonesia
Konsep
geostrategi Indonesia pada hakekatnya bukan mengembangkan kekuatan untuk
penguasaan terhadap wilayah di luar Indonesia atau untuk ekspansi terhadap
negara lain, tetapi konsep strategi yang didasarkan pada kondisi metode, atau
cara untuk mengembangkan potensi kekuatan nasional yang ditujukan untuk
pengamanan dan menjaga keutuhan kedaulatan Negara Indonesia dan pembangunan
nasional dari kemungkinan gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar
negeri. Untuk mewujudkan geostrategis Indonesia akhirnya dirumuskan Bangsa
Indonesia dengan Ketahanan Nasional Republik Indonesia.
B. Perkembangan
Konsep Geostrategi Indonesia
Konsep
geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 10
Juni 1948 di Kotaraja. Namun sayangnya gagasan ini kurang dikembangkan oleh
para pejabat bawahan, karena seperti yang kita ketahui wilayah NKRI diduduki
oleh Belanda pada akhir Desember 1948, sehingga kurang berpengaruh. Dan
akhirnya, setelah pengakuan kemerdekaan 1950 garis pembangunan politik berupa “
Nation and character and building “ yang merupakan wujud tidak langsung dari
geostrategi Indonesia yakni sebagai pembangunan jiwa bangsa.
Berikut
beberapa tahapan geostrategi Indonesia dari awal pembentukan hingga sekarang :
Pada
awalnya, geostrategi Indonesia digagas oleh Sekolah Staf dan Komando Angkatan
Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Konsep geostrategi Indonesia yang terumus
adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di
kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh komunis. Geostrategi
Indonesia pada saat itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan
membangun kemampuan territorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman
komunis di Indonesia.
a.
Pada tahun 1965-an Lembaga Ketahanan Nasional
mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan
sebagai berikut : bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep
strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, juga pengembangan
kekuatan nasional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan
dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal. Gagasan ini agak lebih
progresif tapi tetap terlihat sebagai konsep geostrategi Indonesia awal dalam
membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan pengangguh bahaya.
b.
Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus
melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan
konstitusi Indonesia. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi
sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dalam menciptakan
kesejahteraan menjaga indentitas kelangsungan serta integritas nasional.
c.
Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia
ditegaskan dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi metode dan
doktrin dalam pembangunan nasional.
Sumber:
http://geostrategi-indonesia.blogspot.com/
http://myteiku.blogspot.com/2010/04/geostrategi-indonesia.html
Jumat, 16 Maret 2012
LAPORAN FISIKA: TARA KALOR MEKANIK
PERCOBAAN LM1
TARA KALOR MEKANIK
Tujuan :
Menentukan tara kalor mekanik
Alat dan Bahan :
1. Kalori meter listrik
2. Termometer
3. Stopwatch
4. Neraca torsi
5. Ampere meter DC
6. Voltmeter DC
7. Hambatan geser
8. Adaptor
9. Sambungan tegangan AC
10. Air
DASAR TEORI
Tara kalor mekanik adalah kesetaraan energi mekanik dengan energi panas, untuk menentukan panas jenis suatu zat ialah dengan cara persentuhan/ pencampuran. Bila beberapa zat yang berbeda suhunya dicampur/ disentuhkan satu sama lain, benda yang lebih panas akan memberikan sebagian panasnya kepada yang lebih dingin hingga tercapai suhu akhir. Dengan kata lain Tara kalor mekanik adalah perbandingan antara usaha dengan kalor. tara kalor mekanik mempunyai nilai yang tetap yaitu 4,2 Joule/kalori.
Pada permulaan abad 19 orang percaya bahwa kalor merupakan suatu zat yang dapat mengalir. Zat ini dinamakan kalorik d, terdapatdalam benda apa pun. Kalorik dapat berpindah ketika benda bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda bersuhu rendah
Namun, konsep kalor sebagai suatu zat tidak didukung oleh hasil eksperimen. Benjamin Thompson (1753-1814) adalah orang pertama yang menolak konsep kalorik. Ia melakukan eksperimen ketika sedang memimpin pembuatan meriam untuk Jerman. la mendapati bahwa panas yang timbul karena gesek antara alat bor dengan meriam sebanding dengan kerja ya dilakukan oleh alat bor. Masalah yang timbul bagaimana menentukan hubung antara kalor dengan energi. Upaya untuk memecahkan masalah ini dirintis oleh James Joule (1818-1889), ia melakukan eksperimen yang menyatakan kekekalan energi yang mana Energi yang diserap sama dengan Energi yang di lepas
Qkeluar = Qmasuk
Menurut joule, jika kawat logam berhambatan R ohm yang dialiri listrik i ampere selama t detik, kawat tersebut melepaskan energi sebesar;
E= i2 R t
Jika kawat tersebut berada dalam bejana kalori meter berpengaduk yang berisi air, maka energi tersebut aka diterima oleh kalori meter , pengaduk, dan air, sehingga suhu meningkat dari T1 menjadi T2. Energi yang diterima dapat dirumuskan;
Q= W (T2-T1)
Dengan demikia diperoleh persamaan tara kalor mekanik sebesar,
A= W (T2-T1)/( i2 R t )
dengan,
W=( mk ck + ma ca) kalori/ Âșcelcius
TARA KALOR MEKANIK
Tujuan :
Menentukan tara kalor mekanik
Alat dan Bahan :
1. Kalori meter listrik
2. Termometer
3. Stopwatch
4. Neraca torsi
5. Ampere meter DC
6. Voltmeter DC
7. Hambatan geser
8. Adaptor
9. Sambungan tegangan AC
10. Air
DASAR TEORI
Tara kalor mekanik adalah kesetaraan energi mekanik dengan energi panas, untuk menentukan panas jenis suatu zat ialah dengan cara persentuhan/ pencampuran. Bila beberapa zat yang berbeda suhunya dicampur/ disentuhkan satu sama lain, benda yang lebih panas akan memberikan sebagian panasnya kepada yang lebih dingin hingga tercapai suhu akhir. Dengan kata lain Tara kalor mekanik adalah perbandingan antara usaha dengan kalor. tara kalor mekanik mempunyai nilai yang tetap yaitu 4,2 Joule/kalori.
Pada permulaan abad 19 orang percaya bahwa kalor merupakan suatu zat yang dapat mengalir. Zat ini dinamakan kalorik d, terdapatdalam benda apa pun. Kalorik dapat berpindah ketika benda bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda bersuhu rendah
Namun, konsep kalor sebagai suatu zat tidak didukung oleh hasil eksperimen. Benjamin Thompson (1753-1814) adalah orang pertama yang menolak konsep kalorik. Ia melakukan eksperimen ketika sedang memimpin pembuatan meriam untuk Jerman. la mendapati bahwa panas yang timbul karena gesek antara alat bor dengan meriam sebanding dengan kerja ya dilakukan oleh alat bor. Masalah yang timbul bagaimana menentukan hubung antara kalor dengan energi. Upaya untuk memecahkan masalah ini dirintis oleh James Joule (1818-1889), ia melakukan eksperimen yang menyatakan kekekalan energi yang mana Energi yang diserap sama dengan Energi yang di lepas
Qkeluar = Qmasuk
Menurut joule, jika kawat logam berhambatan R ohm yang dialiri listrik i ampere selama t detik, kawat tersebut melepaskan energi sebesar;
E= i2 R t
Jika kawat tersebut berada dalam bejana kalori meter berpengaduk yang berisi air, maka energi tersebut aka diterima oleh kalori meter , pengaduk, dan air, sehingga suhu meningkat dari T1 menjadi T2. Energi yang diterima dapat dirumuskan;
Q= W (T2-T1)
Dengan demikia diperoleh persamaan tara kalor mekanik sebesar,
A= W (T2-T1)/( i2 R t )
dengan,
W=( mk ck + ma ca) kalori/ Âșcelcius
sumber;
http://blog.ub.ac.id/elsayolanda/tag/tara-kalor-mekanik/http://siivadlie.blogspot.com/2011/10/tara-kalor-mekanik-dan-listrik.html
Langganan:
Postingan (Atom)